Kamis, 29 November 2012

  -->
BAB I

PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG MASALAH


Kekayaan alam yang dimiliki oleh suatu Negara tidak selamanya  membawa  berkah. Kekayaan alam yang dimiliki bangsa imdonesia mampu menjadi daya tarik bagi orang-orang eropa dan bangsa jepang. Bangsa spanyol,Portugis,Inggris,Belanda mulai berdatangan ke Indonesia disusul oleh bangsa jepang. Tujuan kedatangan mereka ada 3,yaitu Glory, Gold ,dan Gospel. Semula mereka hanya tertarik watak mengambil rempah-rempah saja, tetapi kemudian berkembang untuk menguasai dan sploitasi seluruh SDA dan SDM yang dimiliki Indonesia. Sumber daya manusia digunakan untuk memenuhi tenaga kerja murah. Eksploitasi SDA dan SDM tersebut mampu mengisi kas keuangan mereka yang kosong.
 Sehingga Negara-negara tersebut mulai menyusun cara untuk menguasai wilayah dengan pendekatan politik maupun ekonomi banyak kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda maupun Inggris dalam berbagai bidang yang memberi akibat pengaruh positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat Indanesia. Kekalahan belanda atas Jepang tidak membawa pengaruh baik bagi Indonesia untuk merdeka. Hal itu disebabkan pada masa penjajah Jepang.
 Seluruh SDA dan SDM dieksploitasi secara besar-besaran untuk mendukung Jepang dalam perang Asia Pasifik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kedatangan bangsa asing ke Indonesia dilatarbelakangi oleh adanya paham imprealisme dan kolonialisme menyebabkan rakyat Indonesia mengalami kerugian baik secara materi maupun psikis. Kerugian materi selalu bisa diganti tapi luka psikis menjadi warisan bagi para tiap generasi.                                                                                                                                                             

B.   TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulis adalah sebagai berikut:
1)      untuk memenuhi tugas dalam mata pelajaran sejarah ini adalah sebagai berikut, selain itu juga ada beberapa tujuan diantaranya:
2)      Mengetahui lebih jauh tentang bagaimana masa penjajahan di indaonesia lebih mendalam dan lebih luas lagi.
3)       Untuk menambah wawasan dan pengalaman kami sebagai seorang pelajar.

C.   RUMUSAN MASALAH
1)      Bagaimamakah penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa terhadap bangsa Indonesia?
2)      Bagaimanakah penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Jepang terhadap bangsa Indonesia?

BAB II

ISI PEMBAHASAN
                                                          


A.       KEDATANGAN BANGSA EROPA DI INDONESIA
1.                LATAR BELAKANG KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA
Dalm memenuhi kebutuhan makanan dan kebutuhan sehari-hari, bangsa Eropa banyak mendatangkan mentah dari luar, seperti buah-buahan, rempah-rempah, wol, porselin, dan lain-lain. Akibatnya, harga barang -barang itu sangat mahal di pasaran Eropa.
Salah satu kebutuhan yang sangat dioerlukan adalah rempah-rempah. Rempah-rempah sangat berguna sebagai obat-obatan.,penyedap maknan, dan pengawetmakana. Indonesia terutama Maluku, telah dikenal sebagai daerh penghasil rempah-rempah. Bangsa Eropa ingin membeli langsung rempah-rempah tersebut di Indonesia.
Ada beberapa alasan mengapa bangsa Eropa menyenangi rempah-rempah dari Indonesia. Pertama, rempah-rempah dari Indonesia bermutu lebih bagus. Kedua, harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di Eropa.
Kedatanga bangsa barat ke Indonesia pada mulanya diawali dengan penjelajahan samudra untuk mencari sumber rempah-rempah. Orang Portugis pertama yang melakukan ekspedisi pelayaran mencari jalan ke sumber rempah-rempah adalah BARTHOLOMEUS DIAZ. Namun ekspedii pertama yang berhasil sampai ke selat Makaka adalah ekspedisi dibawah pimpinan DIEGO LOPEZ DE SEQUERE dari Portugis dan baru pada pelayaran yang dipimpin ALFONSO D’ ALBUQUERQU, Malaka berhasil dikuasai
Sejak dasawarsa terakhir abad ke-16, para pelaut Belanda berhasil menemukan jalan dagang ke Asia yang dirahasiakan Portugis sejak awal abad ke-16. Pada 1595, sebuah perusahaan dagang Belanda yang bernama Compagnie van Verre membiayai sebuah ekspedisi dagang ke Nusantara.
 Ekpedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman ini membawa empat buah kapal. Setelah menempuhperjalanan selama empat belas bulan, pada 22 Juni 1596, mereka berhasilmendarat di Pelabuhan Banten. Inilah titik awal kedatangan Belanda diNusantara.. Kunjungan pertama tidak berhasil karena sikap arogan Cornelis deHoutman.

Pada 1 Mei 1598, Perseroan Amsterdam mengirim kembali rombongan perdagangannya ke Nusantara di bawah pimpinan
 Jacob van Neck, van Heemskerck, dan van Waerwijck. Dengan belajar dari kesalahan Cornelis deHoutman, mereka berhasil mengambil simpati penguasa Banten sehingga para pedagang Belanda ini diperbolehkan berdagang di Pelabuhan Banten. Ketiga kapal kembali ke negerinya dengan
                                                                                                                                                                                       
muatan penuh. Sementara itu, kapal lainnyameneruskan perjalanannya sampai ke Maluku untuk mencari cengkeh dan pala.
2. BANGSA-BANGSA YANG PERNAH MENJAJAH INDONESIA
Pada awalnya, kedatangan bangasa Eropa ke Indonesia adalah untuk berdagang. Akan tetapi, tujuan selanjutnya adalah menjajah. Adapun bangsa-bangsa yang pernah menjajah Indonesia yaitu sebagai berikut:
a)      Portugis
b)      Spanyol
c)       Inggris
d)      Belanda
e)      Jepang
B.                PENJAJAHAN PORTUGIS DAN SPANYOL
1)      PENJAJAHAN PORTUGIS
Portugis di Malaka
Portugis dipimpin oleh Alfonso D’ Albuquerque berhasil menguasai Malaka pada tahun1511. Malaka kemudian dijadikan pusat kakuasaan dan kekuatan Portugis. Kedudukan bangsa Portugis di Malaka semakin kuat
.
Portugis di Maluku 

Pada tahun 1512, Portugis mengirim beberapa kapal dagang ke Maluku yang pada sat itu, kerajaan ternate dan kerajaan tidore sedang saling bermusuhan. Raja Ternate meminta Portugis untuk membantu berperang melawan Tidore. Portygis sanggup membantu Ternate melawan tidore dengan syarat Portugis diperbolehkan menjalankan MONOPOLI PERDAGANGAN. Dengan perjanjian ini kerajaan ternate kehilangan kebebasan nenjual rempah-rempah ke pedgang lain yang lebih tinggi harganya. Atas seruan Sultan Ternare,rakyat Ternate bangkit melawan Portugis.
 Namun pada tahun 1565 keduanya mengadakan perundingan damai.
Setelah itu peperangan kembali pecah dengan terbunuhnya Sultan Harun oleh Portugis tahun 1570. Dan pada tahun 1575, rakyat Ternate berhasil merebut benteng portugis dan sekaligus berhasil mengusir Portugis dari Ternate.
                                                                                                                                                                               
Portugis di Banten

Pada tahun 1532, Gubernur Portugis di Malaka,Alfonso D’ Albuquerque, mengutus Henrique untuk menemui Raja Saiman (raja Sunda yang belum ditaklukkan Demak). Kedatangan Portugis tersebut daisambut baik. Waktu itu, Raja Saiman memerlukan dukungan untuk menghadapi kekuatan Demak yang ingin menguasai seluruh Jawa Barat. Portugis diizinkan membangun pangkalan dan kantor dagang di Pelabuhan Sunda Kelapa. Portugus brharap kerja sama ini akan memudahkan jalan menuju Banten.
Akan tetapi, maksud Portugis tersebut tidak tercapai. Dengan cepat tentar Demak, di bawah pimpinan Fatahillah,dapat menguasai Banten, akhirnya Portugis dapat diusir Sunda Kelapa. 

Portugis di Nusa Tenggara

Oleh karena sikapnya,yang tamak, licik dan kasar, Portugis dimusuhi hampir di semua daerah. Di Sumatera, Portugis tidak bisa membandingi kekuata kerajaan Aceh. Di Jawa, karena pengaruh Kerajn Demak, yang begitu kuat, Portugis hanya dapat diterima di Pasuruan dan Blambangan.
Akhirnya, Portugis memutuskan mengalihkan kegiatannya ke daerah Nusa Tenggara. Pangkala pusat yang mereka pilih adalah Timor Timur. Setelah Belanda datang dan dan merebut Maluku tahun 1614, kedudukan Portugis semakin lama semakin terdesak.

2)      PENJAJAHAN SPANYOL

Spanyol di Maluku

Pada tanggal 8 November 1512, Spanyol tiba di Maluku. Tujuan utama kedatangannya adalah untuk membeli rempah-rempah. Mereka  datang melalui Filipina dan Kalimantan Utara menuju Tidore, Bacan, dan Jailolo.
Setelah memasuki Pelabuhan Tidore (Seram), mereka diterima dengan sangat ramah oleh Raja Tidore. Alasannya, raja tidore mengharapkan Spanyol mau membantu mereka dalam peperangan melawan Ternate yang ternyata dibantu oleh Portugis. Terjadilah kerja sama erat di antara mereka, namun lebih menguntungkan pihak Spanyol. Kedatangan Spanyol akan mengancam Portugis dalam dalam Monopoli perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, Portugis merencanakan penyerbuan tehadap Spanyol. Pada tahun 1529,Portugis bersama sekutunya ( Ternte dan Bacan ) berhasil mengakahkan Tidore dan Spanyol.
Spanyol tudak lama berdagang di Maluku. Kapal-kapal Spanyol berlayar di Maluku hanya sampai tahun 1534. Ketika kekuatan Portugis telah Mmundur sekitar awal abad ke-17, kapal Spanyol mulai berlayar kembali di perairan Maluku.
                                                                                                                                                               
C.     MASA PENJAJAHAN BELANDA

1.      KEDATANGAN BELANDA DI INDONESIA
Pada thun 1595, Belanda mengirimkan pasukan yang dipimpinoleh Cornelis De Houtman dan Pieter Keyzer. Tujuan utama ialah membeli rempah-rempah dari tempat asalnya. Mul-mula mereka mencari jalan melalui kutub utara, tetapi usaha ini tidak berhasil. Kemudian mereka menempuh jalan lain yakni melalui tanjung harapan. Setelah berlayar selama 14 bulan, akhirnya tanggal 22 juni 1596, armada Belanda berhasil mendarat di Banten. Kedatangan Belanda dianggap akan dapat meningkatkan keuntungan perdagangan. Belanda mula-mula menunjukan sikap bersahabat. Kemudian Belanda melakukan perjanjian dagang dengan Banten. Tetapi akhirnya Belanda memperlihatkan keserakahannya dan bersikap kasar. Tindakan itu menyebabkan mereka dimusuhi dan diusir dari Banten. Belanda kemudian berlayar menyusuri pantai utara Pulau Jawa. Kedatangannya tidak mendapat sambutn yang baik sehingga mereka tidak dapat meneruskan perjalanannya ke Maluku. Akhirnya, mereka kembali ke Belanda melalui Pulau Bali. Armada Belanda yang pertama tersebut menderita kerugian besar. Meskipun armada Belanda tersebut menderita kerugian, kedatangan mereka di Belanda disambut gembira. Mereka sudsh menemukan jalan laut menuju Indonesia. Sebab ternyata, selang beberapa tahun kemudian, mereka memang kembali berlayar ke Indonesia. 
2.      MONOPOLI PERDAGANGAN VOC
Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang di Indonesia lewat usulan Olden Barneveld yang bernama VOC ( Vereenigde Oost Indische Compagnie ). Yang tujuan didirikannya sebagai berikut:
·         Menghilangkan persaingan dagang sesama pedgang Belanda sendiri.
·         Mempersatukan para pedagang Belanda untuk menghadapi persaingan dengan para pedagang dari bangsa lain.
·         Mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya untuk biaya perang.
Agar VOC mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka pemerintah Belanda memberikan hak istimewa kepada VOC. Hak tersebut dinamakan hak oktroi. Isi dari hak oktroi tersebut adalah sebagai berikut.
1.       Hak untuk melakukan monopoli perdagangan di Indonesia.
2.       Hak untuk memiliki angkatan perang sendiri.

3.       Hak mengadakan perjanjian dengan para pemimpin di Indonesia.
4.       Hak untuk mencetak dan megedarkan uang sendiri.
Dengan hak istimewa tersebut membuat prdagangan Belanda maju pesat. Kemajuan VOC membuat pejabat-pejabatnya malah melakukan koruupsi. Keuntungan yang didapat pun banyak digunakan untuk keperluan perang, sehingga mengalami kebangkritan dan akhirnya dibubarkan pada abadke-18 tepatnya 31 Desember 1799.

3.      MASA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA PERIODE DAENDELS
Pada tnggal 19 Januari 1795 Belanda berhasil diduduki Perancis sehigga daerah-daerh jajahan Belanda diserahkan pada Perancis. Raja Belanda saat itu, raja Willem F terpaksa melarikan iri ke Inggris akhjrnya Kerajaan Belanda berada di bawah kekuasaan Perancis di bawah Louis Napoleon,adik dari Napoleon Bonaparte. Setelah itu pada tahun 1806, Kerajaan Belanda diganti menjadi Republik Bataaf, dan gianti lagi mrnjadi kerajaan Belanda ( KONINKLIJK HOLLAND ) . Pada 1808, Louis Napoleon mengirimkan Herman William Daendels sebagai gubernur di Jawa. Tugas utamanya untuk mempertahan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Beberapa tindakan Daendels untuk menjalan tugasnya sebagai berikut.
a)      Pulau Jawa dibagi menjadi beberapa keresidenan ( perfektur ).
b)      Status bupati diubah dari pengusaha tradisiomal menjadi aparat birokrasi pemerintahan.
c)       Dibangunnya pabrik senjata di Surabaya dan Semarang.
d)      Membangun pamgkalan militer di Ujung Kulon.
e)      Merekrut rakyat pribumi untuk dijadikan tentara.
f)       Dibangunnya jalan raya dari Anyer sampai Panarukkan melalui kerja rodi.
Dalam menjlankan kebijakan-kebijakan tersebut, Daendels membutuhkan dana yang begitu banyak. Untuk mendapat dana tersebut,Daendels melakukan usha-usaha sebagai berikut.

a)      Contingenten, artinya pajak disebebkan terhadap rakyat dengan wujud hasil bumi.
b)      Verplichte leverente, yaitu krwajibn rakyat menjual hasil buninya kepada pemerintah dengan harga yang telah ditentukan.
c)       Preangerstelsel, yaitu kewajiban yang diberikan pemerintah kepada rakyat periangan untuk menanam kopi.
 Akibat tindakan-tindakan daendels yang menyengsarakan rakyat ini terdengar oleh pemerintahanan pusat di Belanda sehingga Daendels diganti oleh Jan Willem Jansen.

D.    MASA PEMERINTAHAAN KOLONIAL INGGRIS
Angkatan bersenjata Inggris di bawah pimpinan Lod Minto berhasil menduduki Batavia ( sekarang Jakarta ) pada tanggal 3 Agustus 1811. Niat Inggris untuk menguasai Pulau Jawa, secara tegas ditolak oleh Lamsen yang merupakan gubernur jenderal Hindia Belanda waktu itu. Maka terjadilah pertempuran dimenangkan Inggris. Belanda kalu menyerah di desa tuntang ( salatiga )  dan langsung diadakan perjanjian di tempat tersebut pada tanhhal 17 September 1811. Isi perjanjian adalah bahwa Pulau Jawa harus diserahkan pada inggris dan Belanda harus menerimanya.
Setelah jatuh ke tangan Inggris, Lord Minto selaku gubernur EIC ( east India company ) mengangkat Thomas Stmford Raflesia menjadi gubernur jenderal inggris di Pulau Jawa. Dalam memerintah, Raflesia menerapkan kebujakan system ekonomi liberal. Hal ini bertujuan menciptakan perekonomian Jawa tanpa tekanan dan paksaan. Selain itu, juga diterapkan kebijakan pajak tanah. Pokok-pokok kebijakan pajak tanah Rafles dapat diuraikan sebagai berikut.
1)      Bentuk-nemtuk kerja paksa wajib dihapuskan rakyat diberi kebebasan untuk menanam semua jenis tanaman.
2)      Peran Bupati untuk menarik pajak dihapus. Para Bupati dijadikan aparat Negara yang bertanggung jawab terhadap pemerintah kolonial Inggris.
3)      Semua tanah di Pulau Jawa adalah milik Pemrintah Kolonial Inggris. Setiap petani menggarap tanah dianggap menyewa dan harus membayar uang sewa kepada pemerintah dalam bentuk pajak.
System pajak tanah masa  Rafles ini ternyata mengalami kegagalan. Hal-hal yang menyebabkan kegagalan system ini adalah sebagai berikut.
1)      Bupati yang telah dihapus hak-haknya untuk memungut pajak ternyata tidak mendukung pemerintah.
2)      Rakyat Pedesaan ternyata belum mengenal  ekonomi uang.
3)      Luas tanah dan tingkat kesuburannya susah ditentukan.
4)      Besar pajak bagi penyewa tanah susah ditentukan.
                                                                                                                                                                                               
E.     KEMBALINYA PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA
a.   Sitem Tanam Paksa
Sejak perjanjian London ( perjanjian Inggris dan Belanda ) yang salah satu butir kesepakatan itu berisi bahwa Inggria bersedia mengembalikan wilayah Indonesia kepada Belanda. Penguasa Hindia Belanda selanjutnya meneraokan berbagai kebijakan  yang intinya adalah monopoli, pemerasan, dan pengerahan tenaga rakyat. Selanjutnya pada tahun 1830 pemerintah Belanda menetapkan Johannes Van Bosch sebagai gubernur baru di Indonesia. Van Den Bosch tetap dibebani tugas seperti pendahulunya. Intuk menyelesaikan tugas tersebut,Van Den Bosch melaksanakan system tanam paksa ( cultuurstelsel ). Dengan system itu, Belanda berharap dapat mengumpulkan sejumlah tanaman yang akan dipasarkan di amerika dan eropa. Ketentuan pokok tanam paksa terdapat pada lembaran Negara 22tahun 1834 ( staatsblad ) yang memuat 7 hal yang sangat menyengsarakan rakyat pribumi yang dikarenakan adanya penyimpangan-penyimpangan yang muncul selama tanam paksa ( culturstelsel ). Penyimpamgan tersebut dai antaranya sebagai berikut.
1)      Banyak tenaga kerja yang seharusnya menerima upah, kenyataannya tidak menerima.
2)      Kegagalan panen sering kali dibebabkan kepada petani.
3)      Lahan untuk tanam paksa tetap kena pajak.
4)      Kelebihan panen tidak diserahkan kepada rakyat.
5)      Rakyat lebih banyak mencurahkan waktu dan tenaganya untuk tanam paksa ( ketentuan kerja wajib 66 hari dalam setahun dilanggar ).

System tanam paksa ini memberikan dampak negatif bagi Indonesia dan dampak positif bagi Belanda.
a)     Bagi rakyat Indonesia, yaitu:
1)      Terjadinya penderitaan dan kemiskinan,
2)      Banyak penduduk Jawa yang berkurang, akibat penderitaan, penyakit, dan dibawa ke luar Jawa untuk kerja rodi.
b)    Bagi Belanda, yaitu:
1)      Teratasinya krisis keuangan Negara Belanda,
2)      Pemerintahan Belanda mengalami kelebihan anggaran keuangan.
                                                                                                                                              
System tanm paksa ini menyebabkan bangsa Indonesia menderita sehingga muncul reaksi berupa perlawanan dari orang-orang Belanda sendiri, baik secara perorangan maupun melalui parlemen. Tokoh-tokoh belanda yang menentang  system tanam paksa yaitu:
1.       EDUARD DOUWES DEKKER ( 1820-1887 M )
2.       BARON VAN HOEVEL ( 1812-1870 M )
b.      Sistem Liberal ( Sistem Usaha Swasta )
Setelah dikeluarkan Undang-undang Agraria (1870), kaum Liberal Belanda dapat menanamkan modalnya di Indonesia dengan cara membuka berbagai macam perkebunan. System ini juga disebut system pintu terbuka.
Tujuan dikeluarkannya undang-undang agraria sebagai berikut.
1)      Melindungi hak milik petani agar hak milik tanahnya tidak hilang dari penguasa asing.
2)      Member kesempatan kepada para pengusaha asing untuk membuka perkrbunan di Indonesia dengan menyewa tanah penduduk pribumi.
3)      Membuka lapangan kerja bagi penduduk pribumi yang tidak memiliki tanah dengan bekerja di perkebunan asing.
Akibat kebijakan politik liberal( pintu terbuka ) bagi rakyat pribumi sebagai berikut.
1)      Dihapuskannya system tanam paksa.
2)      Hindia Belanda mulai menjadi produsen hasil-hasil perkebunan yang penting.

3)      Rakyat mulai mengenal pentingnya uang.
4)      Menurunnya usaha kerajinan rakyat karena terdesak barang-barabng impor.
5)      Pemerintah Belanda banyak membangun sarana prasarana di Indonesia.
Pemberlakuan UU Agraria ini ternyata tidak berakibat baik bagi rakyat pribumi. Justru terjadi kemerosotan kemakmuran di kalangan rakyat pribumi. Hal ini disebabkan antara lain:
v  Pelaksanaan kerja rodi bagi buguh di perkebunan-perkebunan,
v  Pemungutan pajak yang begitu tinggi bagi pemilik tanah,
v  Krisis yang munculdi perkebunan-perkebunan,
v  Peningkatan jumlah penduduk terutama di luar Jawa,
                                                                                                                                                               
v  Adanya koeli ordonantie yaitu aturan bagi buruh yang melarikan diri dari perkebunan jika tertangkap akan disiksa dan akan dikembalikan ke tempat kerja. Hukuman ini disebut Poenale Santie

F.     PENJAJAHAN OLEH JEPANG DI INDONESIA

1.     AWAL KEDATANGAN JEPANG DI INDONESIA

·         Menduduki Tarakan (10 Januari 1942) kemudian Minahasa, Sulawesi, Balik Papan, dan Ambon.
·         Pada februari 1942 menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin, Palembang, dan Bali. Bagi Jepang Palembang merupakan tempat yang strategis hal ini dikarenakan letak Palembang diantara Batavia sebagai pusat kekuasaan Belanda dan Singgapura yang merupakan pusat kedudukan Inggris.
·         Di daerah Jawa Jepang pertama mendarat di Banten kemudian ke Indramayu, Kragan (Rembang dan Tuban).
·         Pada 5 Maret 1942 Jepang menyerang Batavia
·         8 Maret 1942 Jepang menyerang Bandung dan berhasil mendudukinya setelah Belanda menyerah kepada Panglima Jepang, Imamura.
·         Sehingga sejak 9 Maret 1942 Indonesia menjadi daerah kekuasaan Jepang.

2.     PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA

Tentara Jepang yang dikenal dengan Bala Tentara Nippon adalah sebutan resmi pemerintah militer pada masa pemerintahan Jepang. Sejak tanggal 7 Maret 1942, tentara Jepang memegang kekuasaan militer dan segala kekuasaannya yang dipegang Gubernur Jendral masa Belanda. Kekuasaan atas wilayah Indonesia dipegang oleh 2 angkatan perang, yaitu:

1)      Angkatan Darat (Rikugun)
2)      Angkatan Laut (Kaigun)

Dengan kekuasaan masing-masing, yaitu:
1)   Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia di bawah kekuasaan Rikugun
2)   Sumatera dan Semenanjung Melayu dengan pusatnya di Singapura berada di bawah kekuasaan Rikugun
3)   Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian berada di bawah kekuasaan Kaigun.


Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia maka Jepang membentuk organisasi-organisasi militer sebagai pengganti oraganisasi pergerakan yang ada di Indonesia. Organisasi tersebut diantaranya:
a)      GERAKAN TIGA A
Mempunyai semboyan : Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Dipimpin oleh Syamsuddin SH. Tahun 1943, dibubarkan karena tidak mendapat simpati dari rakyat dan diganti Putera.
b)      PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Putera dibentuk tahun 1943 dipimpin oleh empat serangkai yaitu Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur. Tujuan dibentuk Putera yaitu untuk membantu Jepang dalam setiap perang yang dilakukannya. Tetapi Oraganisasi Putera merupakan bumerang bagi Jepang sebab anggota Putera memiliki nasionalisme yang tinggi.
c)      PETA(Pembela Tanah Air)
Peta merupakan organisasi bentukan jepang yang terdiri dari pemuda Indonesia. Organisasi ini disebut pula Giyugun. Mereka mendapat latihan militer dari Jepang. Tujuannya untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Ternyata perkembangan Peta sangat membantu Indonesia dalam meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik.
Jenderal Sudirman dan A.H Nasution bpernah sebagai pemimpin PETA.1944, dibubarkan karena terlalu bersifat nasional dan dianggap membahagiakan.Selain itu terdapat pula organisasi bentukan Jepang yang lain, seperti: Jawa Hokokai, Cuo Sangi In, Keibondan (Barisan Pembantu Polisi), Seinendan(Barisan Pemuda), dsb.

Keberadaan Jepang di Indonesia menimbulkan perlawanan dari rakyat di berbagai daerah di Indonesia, seperti :
·         Daerah Aceh
·         Daerah Indramayu (Karang Ampel, Sindang)
·         Daerah Sukamanah, Tasikmalaya
·         Blitar
·         Daerah Kalimantan Barat
Akhirnya tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah pada Sekutu.
                                                                                                                                         
3.      DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG

a.          Bidang Politik
·   Organisasi politik di Indonesia tidak berkembang bahkan dihapuskan oleh Jepang
·      Didirikan/ dibentuknya berbagai organisasi Jepang
·      Kehidupan politik rakyat diatur oleh pemerintah Jepang
·      Meskipun ada organisasi politik yang masih terus berjuang menentang Jepang.
b.         Bidang Ekonomi
·      Sama dengan negara imperialis yang lain Jepang datang dengan masalah ekonomi yaitu untuk mencari daerah sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan mencari pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.
·    Aktivitas ekonomi zaman Jepang sepenuhnya di pegang oleh Jepang.
c.           Bidang Pendidikan
·   Pendidikan berkembang pesat di banding masa Hindia Belanda
·   Bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk sekolah di sekolah yang dibangun pemerintah
·   Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pada sekolah-sekolah

·   Berbagai nama diIndonesiakan

Tetapi semua yang dilakukan oleh Jepang tersebut hanya untuk menarik simpati rakyat agar mau membantu Jepang mengahadapi lawan-lawannya dalam Perang Pasifik.


d.   Bidang Sosial
·      Jepang memperkenalkan sistem Tonorigumi (Rukun Tetangga/RT) yang tergabungdalam Ku (desa)
·      Kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan sebab rakyat harus memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuhnya.
·      Rakyat juga harus kerja paksa yang disebut dengan kerja Romusha. Dari kerja paksa tersebut menyebabkan jatuh banyak korban akibat kelaparan dan terkena penyakit.
·      Banyak wanita Indonesia yang dijadikan wanita penghibur “Jugun Ianfu” pada masa itu.

e.  Bidang Birokrasi

·   Kekuasaan Jepang di Indonesia di pegang oleh kalangan militer yaitu Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun)
·   Sistem pemerintahan diatur berdasar aturan militer
·   Orang-orang Indonesia mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih penting dari sebelumnya yang hanya dipegang oleh orang Belanda, dengan masih dalam pengawasan Jepang.

f.     Bidang Kebudayaan

·      Jepang mempunyai kebiasaan menghormat ke arah matahari terbit sebagai keturunan Dewa Matahari.
·      Pengaruh Jepang dalam kebudayaan terlihat dalam lagu, film, dan drama sebagai alat propaganda mereka.
·      Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.
·      Anak-anak sekolah diberikan latihan olahraga Taiso yang baik untuk kesehatan mereka.
·      Setiap hari bagi anak-anak sekolah maupun para pegawai wajib untuk menghormati bendera (merah putih) dan menyanyikan lagu kebangsaan nasional.
Semua itu merupakan warisan kebiasaan Jepang bagi bangsa Indonesia
.
g.    Bidang Militer
Para pemuda Indonesia diberi pendidikan militer melalui organisasi PETA.
Mereka akhirnya menjadi inti kekuatan dan pergerakan perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan.

         4 . ROMUSHA YANG DILAKUKAN OLOEH JEPANG

a.   Latar balelakang Romusha
Romusha (rĊmusha: "buruh", "pekerja") adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga 1945. Kebanyakan romusha adalah petani dan sejak Oktober 1943 pihak Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha. Mereka dikirim untuk bekerja di berbagai tempat di Indonesia serta Asia Tenggara. Jumlah orang-orang yang menjadi romusha tidak diketahui pasti - perkiraan yang ada bervariasi dari 4 hingga 10 juta. Salah satu bentuk represi yang dilakukan oleh pemerintah jepang yaitu pengurasan tenaga kerja dengan menciptakan romusha sebagai tenaga kerja paksa.    
Tujuan Jepang melakukan tanam paksa atau Romusha yaitu, untuk persiapan perang Asia Timur Raya serta memenuhi kebutuhan tentara jepang, untuk lebih jelasnya lagi akan di bahas sebagai berikut: Pada mulanya tugas-tugas yang dilakukan itu bersifat sukarela dan pengerahan tenaga tersebut tidak begitu sukar dilakukan karena orang masih terpengaruh oleh propaganda “untuk kemakmuran bersama Asia Timur Raya”.  Hampir semua pemuda desa  dijadikan romusha untuk diperjakan membuat lapangan terbang, tempat pertahanan, jalan, gedung, dll. Bukan hanya di Indonesia saja tetapi mereka banyak yang dikirim ke Birma, Thailand dan Malaysia untuk keperluan yang sama yaitu membuat tempat pertahanan dan memperlancar trasportas Pemerintah jepang terus melancarkan kampanye pengerahan romusha yang diberi sebutan “ perajurit ekonomi “ atau “ pahlawan kerja “ yang digambarkannya sebagai orang yang sedang menjalani tugas suci guna memenangkan perang Asia Timur Raya. Pada waktu itu pemerintah berhasil mengerahkan romusha keluar jawa sebanyak 300.000 orang, sedangkan sekitar 70.000 orang dalam keadaan yang menyedihkan.
                                                                                                                       
B. Dampak Romusha Bagi Bangsa Indonesia
Romusha memberikan akibat yang mendalam bagi bangsa indonesia meskipun Jepang menjajah Indonesia hanya seumur jagung apa yang dikatakan oleh ramalan Joyoboyo, atau lebih tepatnya 3 ½ tahun jepang menjajah indonesia yaitu pada tahun 1942-1945 tetapi dalam waktu yang sesingkat itu memumbuhkan dampak yang sangat mendalam bagi bangsa indonesia karena pada waktu itu sangat menderita dengan adanya romusha rakyat indonesia hidup bagaikan tulang tanpa daging pakaian compang-camping kelaparan dimana-mana atau rakyat indonesia dibawah titik nadir masyarakat yang terbelakang, miskin, teringgal untuk lebih khusus lagi akan dipaparkan dampak dari Romusha sebagai berikut:
1.      Bidang Ekonomi:
 Keadaan ekonomi di Indonesia mengalami kemerosotan. Penyebabnya antara lain adalah sebagai berikut:
a.       Para penyuluh pertanian bukan tenaga-tenaga ahli pertanian.
b.      Hewan-hewan yang berguna bagi pertanian banyak yang dipotong.
c.       Kurangnya tenaga kerja petani karena banyak yang dijadikan romusha.
d.      Banyaknya penebangan hutan liar.
e.       Kewajiban menyerahkan hasil bumi.
2. Bidang Sosial dan Budaya:
Kepala–kepala desa dan camat yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan itu sering menunjukkan untuk menjadi romusha dipilih orang–orang yang tidak mereka sukai atau dipilih orang yang ditakuti oleh masyarakat desa setempat. Berjuta- juta rakyat menderita kelaparan dan serba kekurangan. Dijalankannya program kerja tanam paksa romusha lebih menambah hancurnya perasaan ketentraman masyarakat jawa. Pengaruh buruk dari sistem romusha itu masih ditambah lagi oleh pelaksanaan setempat yang memungkinkan dapat dibelinya pengecualian atau kewajiban menjadi romusha. Tentu saja hal itu dapat dilakukan oleh golongan masyarakat kaya. 
-->
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN

Dalm makalah ini dapat disimpulkan bahwa negeri kita Indonesia tecinta ini dulu sampai sekarang memang sangat kaya baik SDA (Sumber Daya Alam) maupun SDM (sumber Daya Manusia). Hal ini menyebabkan bangsa-bangsa dari Eropa dan dari Jepang tertarik untuk dating berdagang yang berujung pada penjajahan dimana penjajahan ini memberikan dampak yang ekstra buruk bagi bangsa kita.adapun bangsa Eropa yang pernah menjajahan Indonesia yaitu portugis, spanyol,Inggris, dan Belanda serta dari Asia Timur yaitu Jepang yang seharusnya pada sat itu menjaga dan melindungi kita sebagai sebenua Asia bukannya menyiksa dan menginjak-injak bangsa ini bagaikan sampah yang tiada artinya. Namun penderitaan itu akhirnya terbalaskan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

B. SARAN DAN PENUTUP

Demikian yang dapat kami paprkan mengenai materi makalah ini yaitu masa penjajahan di Indonesia yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini. Tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam makalah kami ini karena terbatasnya pengetahuan kami.
Kami banyak berharap para pembaca ingin memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun kepada kami demi semakin baiknya makalah ini dan penulisan makalah lainnya di lain kesempatan.
Semoga materi ini berguna bagi penulis  pada khususnya juga para pembaca pada umumnya.